Tulisan Mengenai Kode Etik Penggunaan Fasilitas Internet Untuk Kehidupan Sehari-hari Dalam Menggunakan Sosial Media

Pada tulisan kedua ini, materi yang akan dibahas tentang contoh bagaimana penerapan kode etik dalam menggunakan internet untuk kehidupan sehari-hari dalam menggunakan sosial media.

 

Sosial media merupakan hal yang tidak asing lagi saat ini, mulai abg, remaja, pemuda, hingga orang dewasa tahu apa itu sosial media. Dengan fasilitas yang dimilikinya mempermudah dalam berkomunikasi ke semua pengguna sosial media. Mulai berkirim pesan, telpon melalui internet, berbagi foto, video, dan lainnya semua bisa dilakukan dengan sosial media.

Dibalik itu semua ada hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan sosial media, seperti dengan siapa kita berteman, apa yang harus dibagikan ke lini masa sosial media, itu semua perlu kehati-hatian agar setiap apapun yang pengguna bagikan tidak menimbulkan masalah dikemudian hari.

Untuk menghindari masalah tersebut, diperlukan kode etik bersosial media untuk menjaga agar hal-hal yang tidak diinginkan terjadi .

 

Menurut saya kode etik itu antara lain :

  1. Menghormati sesama pengguna sosial media
  2. Berkomentar positif, jika berkomentar sebaliknya beri saran apa yang harus dirubah
  3. Tidak untuk spam (mengirim sesuatu tidak berguna)
  4. Tahu aturan dalam mengirim tulisan di lini masa, membagi foto, gambar, video dan lainnya
  5. Berikan perubahan yang membangun apapun itu jika terjadi masalah
  6. Berhati-hatilah dalam menggunakan sosial media, karena Indonesia adalah negara hukum yang sudah memiliki hukum UU ITE

Untuk lebih jelas mengenai kaitannya dengan privacy, confidentiality dan integrity akan saya uraikan penjelasannya dibawah ini.

  1. Privacy

Privacy yaitu menjaga informasi dari orang yang tidak berhak mengakses, yang dimana lebih ke arah data-data yang bersifat privat.

Dalam sosial media, penting untuk menjaga data-data agar tidak ada yang mengakses. Misalnya penggunaan username dan password. Jika pengguna telah memiliki akun disosial media pastinya pengguna telah memiliki username dan password untuk mengakses data-data yang ada didalamnya. Dengan memiliki username dan password, pengguna bisa leluasa untuk mengakses informasi yang terkait dengan sosial media yang digunakan, misalnya facebook, twitter, line, bbm, path, instagram dan lainnya. Untuk menjaga agar tidak ada pengguna lain yang mengakses kedalam akun sosial medianya, maka disarankan pengguna untuk selalu menjaga kerahasiaan username dan password agar data-data didalam akun sosial medianya tidak disalahgunakan. Akan bahaya jika ada pengguna lain yang tahu username dan password si pengguna dan bisa diambil data-data yang ada didalamnya bahkan masalah yang fatal adalah merubah username dan password pengguna sehingga pengguna tidak lagi memiliki hak akses yang seharusnya bisa masuk ke akun sosial medianya tetapi telah dirubah oleh pengguna yang tidak bertanggung jawab. Sehingga penguna aslinya tidak memiliki kesempatan untuk masuk ke akunnya.

Untuk itu perlu dijaga akun username dan password dan ada baiknya perlu dirubah minimal 2 bulan sekali dan selalu log out atau keluar akunnya.

  1. Confidentiality

Confidentiality berhubungan dengan data yang diberikan ke pihak lain untuk keperluan tertentu dan hanya diperbolehkan untuk keperluan tertentu tersebut.

Dalam akses sosial media, pastinya perlu suatu nama unik untuk satu akun agar bisa membedakan dengan akun yang lain. Ini dinamakan ID Pengguna. Dengan ID tersebut, pengguna bisa saling mencari, menambahkan dan lainnya antar sesama pengguna sosial media.

Dan dalam penerimaan pertemanan, si pengguna bisa memilih apakah akan diterima pertemanannya atau dibiarkan. Ini tergantung kepada pengguna yang dikirim permintaan pertemanannya. Karena perlu menjaga dengan siapa pengguna itu berteman.

  1. Integrity

Integrity yaitu informasi tidak boleh diubah tanpa seijin pemilik informasi.

Masalah ini bisa muncul dan berhubungan dengan privacy, karena hak akses pengguna yang “dihilangkan secara paksa” bisa saja merubah informasi yang ada didalam akun sosial media pengguna aslinya.

Contoh lain yang mudah yaitu pengguna mengirim file ke pengguna lainnya, dan ditengah jalan bisa dirubah, dihapus isinya lalu diteruskan ke pengguna yang dituju. Ini mengakibatkan miss komunikasi antar kedua pengguna, misal si A sebagai pengirim dan B sebagai penerima. A yakin sudah mengirim file ke B, akan tetapi ditanggapi B bahwa file belum sampai. Bisa jadi ini masalah kendala pengiriman yang mungkin terjadi diantara keduanya ada pengguna gelap si C yang masuk untuk merubah, menghapus file sehingga kebinguan terjadi antara si A dan B.

Untuk itu perlu adanya sistem yang bisa melindungi akses kedua pengguna A dan B, agar pengiriman dan penerimaan file bisa dilakukan dengan aman, tanpa ada pengganggu pihak ketiga.

 

KESIMPULAN

Perlu kesadaran untuk berhati-hati dalam mengunakan sosial media, mulai dari hal kecil hingga ke hal yang besar. Kode etik perlu diperhatikan untuk semua pengguna agar patuh dalam menggunakan sosial media agar semua pengguna bisa saling menjaga aturan-aturan yang berlaku dalam bersosial media.

Demikian hasil yang bisa saya uraikan mengenai tulisan kode etik penggunaan internet dalam menggunakan sosial media untuk tulisan softskill, terima kasih.

 

Referensi

[1] Aspek-aspek Keamanan Komputer, http://www.erdisusanto.com/2013/03/aspek-aspek-keamanan-komputer-menurut.html, tanggal akses 18 April 2015

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s