Tugas 3 Analisa Studi Kasus Telematika

Tugas 3 Pengantar Telematika

Tugas softskill berikutnya yang ketiga pada mata kuliah Pengantar Telematika mengenai studi kasus terhadap Telematika. Disini saya akan menganalisa berbagai studi kasus.

2015, Belanja Online Indonesia Bisa Tembus USD 10 Miliar

Kasus :

Jakarta – Dengan angka penjualan e-commerce yang diharapkan naik 45,1% hingga tutup tahun 2014 ini, Indonesia diyakini bisa menembus angka perdagangan USD 10 miliar untuk jual beli online hingga akhir 2015 mendatang.

“Dengan pasar e-commerce Indonesia yang diprediksi mencapai USD 10 miliar di tahun 2015, kompetisi akan semakin sengit seiring semakin banyak pemimpin industri yang melihat Indonesia sebagai medan perang berikutnya untuk e-commerce“.

Demikian dikatakan Masaya Ueno, Director of Rakuten Asia Pte Ltd, Head of Business Development Division dan Country Head Indonesia, saat memaparkan proyeksi bisnis e-commerce Indonesia untuk 12 bulan ke depan.

Menurutnya, investasi USD 100 juta yang baru-baru ini digelontorkan oleh Sequoia pada Tokopedia yang mengikuti langkah serupa yang dilakukan pemain besar lainnya, seperti Elevenia (SK Telecom Korea), Lazada (Rocket), dan pemain lokal yang setara seperti Blibli.

“Untuk bisa menonjol dalam kompetisi ini menjadi semakin sulit, kecuali bila Anda memiliki proposisi unik untuk merchant dan konsumen,” ungkap Masaya seperti detikINET kutip dalam keterangannya, Rabu (31/12/2014).

Belum lagi adanya pemain raksasa seperti eBay yang menjalin kerja sama dengan Telkom Group lewat portal Blanja.com. Persaingan e-commerce di 2015 pun diyakini akan semakin keras. Namun demikian, peluang tetap terbuka lebar bagi semua.

Rakuten pun tak mau ketinggalan. Dengan semakin banyaknya pengguna mobile, perusahaan e-commerce B2B2C itu pun akan terus menggenjot segmen mobile commerce dengan meluncurkan platform layanan berbasis Android dan iOS pada 2015.

“Banyak pengakses situs kami menggunakan perangkat bergerak, ada sekitar 25%. Ini alasan kita luncurkan aplikasi berbasis Android dan iOS,” kata Masaya yang memprediksi, tren penggunaan perangkat bergerak bakal semakin melonjak seiring dengan kehadiran 4G.

Sejauh ini aplikasi mobile dari Rakuten sudah ada di toko virtual Android dan iOS namun masih dalam bentuk versi beta. Saat ini tengah ditingkatkan kemampuannya agar siap meluncur di 2015.

Direktur Rakuten Belanja Online Yasunobu Hashimoto menambahkan, pertumbuhan trafik sekaligus pesanan secara mobile tumbuh pesat. Secara year on year di kuartal tiga 2014 dibandingkan kuartal tiga 2013, pertumbuhan trafik mobile mencapai 668% dan pesanan lewat mobile mencapai 596%.

Pertumbuhan bisnis dari RBO juga datang dari pertumbuhan pembeli baru sebanyak 188%, sementara pertumbuhan pembeli lama 176%. Adapun dari segi pertumbuhan produk, pada Desember tahun ini secara year on year paling tinggi berasal dari tiga kategori.

Pertama, kosmetik dan kecantikan sebesar 365%. Kedua, makanan dan minuman 469%. Ketiga, perlengkapan bayi dan ibu 647%. Saat ini ada 600 merchant premium dan 375 merchant pemula. Rakuten berharap jumlah merchant akan terus bertambah.

Sebelumnya, hasil penelitian Google Trends 2014 mengungkap di Indonesia banyak pengguna mencari informasi dari perangkat mobile seperti smartphone ketimbang komputer desktop. Angka pencarian lewat mobile diperkirakan akan semakin tinggi di 2015 mendatang.

(http://inet.detik.com/read/2014/12/31/171752/2791343/319/2/2015-belanja-online-indonesia-bisa-tembus-usd-10-miliar)

Analisa saya :

Memang bisnis e-commerce dalam saat-saat ini sedang berada dalam tren yang terus melonjak. Dalam pembelian barang, seorang pelanggan tanpa lelah bisa dengan mudah untuk memesan melalui website. Dengan fitur ini berarti, waktu bisa efektif dan efisien sehingga tak perlu berjalan menelusuri barang yang akan dicari. Hanya masukkan alamat url yang dituju, lalu pilih dan pesan. Barang sudah ada di depan rumah dengan pengiriman yang baik pula.

Kelebihan :

  • Banyak pilihan dan diskon
  • Menghemat waktu, efisien, efektif
  • Bisa dipesan dimana saja dan kapanpun asal terkoneksi dengan internet

Kekurangan :

  • Terkendalanya koneksi internet
  • Pada saat barang sampai, kemungkinan barang tidak sesuai dengan apa yang dipesan
  • Masih takutnya konsumen pemula untuk memesan melalui online

 

Era Ponsel dengan RAM 4GB Dimulai!

Kasus :

Jakarta – Era ponsel dengan RAM 4 GB dipastikan bakal segara hadir, Samsung baru saja mengumumkan chip RAM terbaru untuk ponsel dan tablet dengan kapasitas 4 GB. Bahkan produsen Korea Selatan ini juga telah siap memproduksinya.

Menariknya lagi, standar RAM berkapasitas 4 GB yang diproduksi Samsung juga naik kelas jadi LPDDR4. Sebagai informasi, sebagian besar standar RAM yang digunakan ponsel-ponsel saat ini memang mengandalkan jenis LPDDR3, meski juga sudah cukup banyak yang pakai LPDDR4. Namun kapasitasnya hanya mentok di angka 2 GB dan 3 GB.

Seperti detikINET kutip dari Phone Arena, Rabu (24/12/2014), Samsung akan memproduksi standar RAM LPDDR4 dengan proses pabrikasi 20 nm. Dengan pabrikasi tersebut, Samsung pun mengklaim chip RAM besutannya itu bakal punya kemampuan transfer data sampai 3200 Mbps.

Penggunaan chip LPDDR4 juga memungkinan perangkat untuk melakukan perekaman video pada resolusi UHD (3840×2160 pixel) dan memutarnya. Ditambah lagi kamera pada perangkat juga bakal bisa melakukan jepretan secara continuous yang menghasilkan gambar dengan resolusi tinggi diatas 20 MP.

Lebih lanjut, Juru bicara Samsung juga mengatakan chip LPDDR4 berkapasitas 4 GB yang dibuatnya lebih hemat daya hingga 40% dibanding chip RAM LPDDR3 yang saat ini banyak beredar.

“Dengan memulai produksi 20nm 8Gb LPDDR4, yang bahkan lebih cepat dari DRAM untuk PC dan server dan mengkonsumsi lebih sedikit energi, kami telah berkontribusi untuk memacu perkembangan standar UHD, pada perangkat (mobile) dengan layar besar (phablet-red),” ujar Joo Sun Choi, VP Memory sales & Marketing Samsung.

Samsung menjanjikan chip RAM 4 GB besutannya itu sudah akan dilempar ke pasaran mulai awal tahun 2015 mendatang.

Artinya mulai saat itu bakal hadir perangkat-perangkat dengan kapasitas RAM 4 GB yang dikombinasi prosesor 64 bit dan bersistem operasi Android Lollipop versi 64 bit, yang sangat mungkin diawali oleh ponsel dari Samsung. Namun sepertinya akan diposisikan di segmen kelas atas.

http://inet.detik.com/read/2014/12/24/070147/2786169/317/era-ponsel-dengan-ram-4gb-dimulai

Analisa saya :

Dengan semakin berkembangnya akan kebutuhan ponsel berspesifikasi yang wah, membuat dorongan terhadap produsen ponsel pintar untuk membuat spesifikasi yang lebih baik lagi, salah satunya yakni RAM. Apabila kita menggunakan ponsel untuk kebutuhan multitasking(tugas yang banyak secara bersamaan) yang banyak peningkatan RAM adalah hal yang tepat. Mengingat fitur ini sangat penting untuk pengguna yang memiliki kebutuhan akan cepatnya sebuah ponsel.

Jika semakin meningkatnya kkebutuhan akan RAM, maka pengguna akan semakin sadar akan pentingnya kecepatan dalam penggunaan ponsel itu. RAM akan sangat berguna pada proses-proses yang berat, seperti bermain game, membuat file, banyaknya aplikasi yang berjalan, dan yang lainnya.

Kelebihan :

  • Mempercepat proses saat ponsel digunakan.
  • Mendukung kerja dari ponsel

Kekurangan :

Saya rasa tidak ada, dikarenakan meningkatnya kapasitas RAM merupakan hal yang penting dalam ponsel.

 

 

Indonesia Termasuk Paling Rajin Beli Smartphone

Kasus :

Jakarta – Indonesia termasuk salah satu negara teratas di Asia Tenggara yang paling doyan belanja smartphone bersama Thailand dan Filipina.

Dari hasil riset terbaru IDC, negara-negara berkembang di Asia Tenggara ini diperkirakan telah menjual sekitar 23 juta unit smartphone di sepanjang kuartal ketiga 2014 lalu.

Meski tak dirinci jumlah penjualannya, namun Thailand, Filipina, dan Indonesia disebut memimpin angka pertumbuhan sekitar dobel digit dibandingkan periode sama tahun lalu.

Di kawasan ini, merek global juga mendapat tekanan dari merek lokal dan China dimana pangsa pasarnya hanya 43% di kuartal ketiga 2014 dari 62% di kuartal ketiga 2013.

“Vendor lokal berhasil memperkuat pasarnya dengan menawarkan produk dibawah harga USD 100. Sementara vendor asal China menggarap segmen dengan harga USD 100–USD 200,” ungkap Senior Market Analyst of Client Devices Research at IDC Asia/Pacific Kiranjeet Kaur seperti detikINET kutip Cellular-News, Senin (22/12/2014).

Sementara secara total, jumlah smartphone yang dikapalkan di kawasan Asia Pasifik di luar Jepang selama kuartal ketiga 2014 tumbuh 24% dibandingkan periode sama 2013. Pasar China menunjukkan pelambatan pertumbuhan, sedangkan India memimpin pertumbuhan sebanyak 23 juta unit di periode tersebut.

http://inet.detik.com/read/2014/12/22/081508/2783831/319/indonesia-termasuk-paling-rajin-beli-smartphone

Analisa saya :

Smartphone memang menjadi kebutuhan saat ini,dengan harga yang murah konsumen dapat dengan mudah membeli smartphone yang dingiinkan.

Apalagi Indonesia merupakan negara berkembang yang kebutuhan akan smartphone tinggi, sehingga konsumen terus menerus akan membeli setiap tahun jika smartphone yang dipegang saat ini sudah ketinggalan model dan fitur.

Kelebihan :

  • Konsumen membutuhkan smartphone yang murah dan fitur lengkap
  • Kemudahan dalam memilih perangkat smartphone

Kekurangan :

  • Konsumen yang terlalu konsumtif

 

Android Murah Laris Manis

Kasus :

Jakarta – Persaingan memperebutkan pangsa pasar smartphone Android tak hanya diramaikan oleh flagship keluaran vendor kelas atas. Vendor yang bermain di segmen bawah pun tak kalah serunya mengais keuntungan.

Asiafone, misalnya. Merek lokal yang setia bermain di segmen low-end ini pun membukukan keuntungan yang luar biasa besar dengan smartphone Android jagoannya yang dihargai paling mahal cuma Rp 399.000.

Dalam pembukuan akhir tahun 2014 ini, penjualan Asiafone melonjak 300% dari target semula setelah meluncurkan dua seri Android murah meriah tipe AF 9190 dan Asiadroid 90 awal Desember ini.

“Awalnya kami hanya menargetkan penjualan 100%, namun di luar dugaan ternyata bisa naik sampai 300% hingga tutup tahun 2014 ini,” ujar Herman Zhou, Direktur Utama Asiafone, dalam email yang diterima detikINET, Minggu (21/12/2014).

Menurutnya, ada dua hal yang membuat penjualan Asiafone meningkat pesat. Pertama, faktor harga murah di tengah kecenderungan naiknya harga barang yang dipicu kenaikan BBM subsidi. Kedua, kualitas smartphone yang masih lumayan.

“Dari segi tampilan sebenarnya kedua tipe ini tidak kalah menarik dengan produk-produk lainnya. Layarnya sudah full touchscreen, ukuran 3,5 cm dengan kamera 2 MP serta bonus flip cantik,” pungkas Herman

http://inet.detik.com/read/2014/12/21/112959/2783510/317/android-murah-laris-manis

Analisa saya :

Android masih merajai OS yang digunakan smartphone, sehingga produsen berlomba-lomba membuat ponsel yang murah(low end).

Ponsel jenis ini dibuat untuk kalangan yang berpenghasilan kurang tetapi ingin menikmati teknologi ponsel terbaik.

Ponsel android murah juga bagus dikeluarkan karena kemudahan akses komunikasi berlaku untuk semua tidak untuk kalangan menengah – atas, sehingga kalangan low end bisa merasakan OS android yang sedang digandrungi

Kelebihan :

  • Dapat digunakan untuk kalangan low end

Kekurangan :

  • Dengan harga yang murah, fitur-fitur yang didapat sesuai dengan harganya yang minim.

Demikianlah analisa studi kasus diatas, apabila ada kesalahan dan kekurangan mohon dimaafkan. Sekian dan terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s