Ini Cara “Nge-charge” Smartphone yang Benar (Tulisan 3)

Kasus :

KOMPAS.com — Smartphone bisa digunakan untuk membantu mengerjakan banyak hal, mulai dari mengecek e-mail, membaca berita, memotret, hingga aktivitas dengan berbagai media sosial dan pesan instan. Sayangnya, dengan banyak fungsi tersebut, umur baterai masih menjadi kendala.

Rata-rata smartphone saat ini memiliki waktu pakai 4-5 jam jika digunakan secara intens. Tentunya waktu tersebut tidak cukup untuk menemani aktivitas penggunanya seharian. Berikut beberapa tips meng-charge smartphone yang baik dan benar agar baterai bisa berumur panjang.

Jangan dibiarkan habis total

Banyak yang mengatakan agar baterai smartphone sebaiknya dibiarkan habis terlebih dahulu sebelum di-charge kembali. Hal itu memang benar, tetapi itu hanya untuk baterai dengan bahan nikel, yang saat ini sudah mulai ditinggalkan, sehingga saran di atas sudah tidak relevan.

Smartphone-smartphone modern saat ini sudah menggunakan baterai berbahan litium-ion, yang cara perawatannya pun juga berbeda dari baterai bahan nikel.

Baterai smartphone sebaiknya dijaga agar daya yang disimpan di dalamnya tetap di atas 50 persen atau minimal 20 persen.

Meski begitu, sesekali daya baterai juga perlu “dikuras” hingga habis, misalnya sekali dalam sebulan untuk keperluan kalibrasi.

Jangan “di-charge” semalaman

Kebiasaan membiarkan baterai terhubung dengan charger semalaman sambil ditinggal tidur juga ternyata tidak baik. Walau beberapa charger bisa memutus arus listrik jika daya sudah terisi 100 persen, membiarkan baterai selalu berada dalam kondisi 100 persen terisi juga tidak baik.

Mengisi baterai sebentar saja hingga terisi penuh secara berkali-kali malah lebih baik untuk kesehatan baterai dibanding dibiarkan dalam kondisi nol persen atau 100 persen secara terus-menerus.

Baterai litium juga rawan jika dibiarkan sering kehabisan daya sebab baterai tersebut juga memiliki komponen yang bisa digunakan untuk merusak baterai sendiri untuk mencegah agar baterai tidak meledak. Walau tidak terjadi tiap hari, pengguna wajib waspada.

Hindari tempat yang panas

Hindarkan smartphone dari tempat-tempat yang panas, misalnya di dashboard mobil di bawah kaca depan mobil, walau smartphone dalam keadaan mati sekali pun. Sebab, panas yang terpapar bisa merusak baterai.

Baterai litium idealnya disimpan dalam suhu 15 derajat celsius. Suhu ekstrem yang bisa ditangani adalah antara minus 40 hingga 50 derajat celsius.

Langsung ke soket listrik

Menghubungkan baterai dengan charger melalui soket listrik adalah cara yang paling direkomendasikan. Walau saat ini diperkenalkan metode pengisian ulang baterai secara nirkabel, metode tersebut juga menghasilkan panas yang tidak baik untuk baterai.

Metode menghubungkan charger dengan soket listrik juga lebih cepat dan aman jika dibanding menghubungkan smartphone dengan USB komputer atau laptop menggunakan kabel data/charger.

Dikutip dari Kompas Tekno 21 April 2014

(http://tekno.kompas.com/read/2014/04/21/1246579/Ini.Cara.Nge-charge.Smartphone.yang.Benar)

Analisis Saya :

Sebagai pengguna smartphone, saya juga kadang kala tidak melakukan pengisian baterai smartphone dengan benar. Mulai dari kelamaan cas, pengisian yang sebentar-sebentar sampai dengan lain-lain. Untuk hal inilah, saya ambil kasus diatas untuk ditelaah.

Pada poin pertama, jangan dibiarkan habis total. Memang alangkah baiknya pada smartphone, baterai jangan habis total karena menurut saya pada level rendah tingkat baterainya sangat kurang untuk menjalankan berbagai aktivitas pada smartphone. Segeralah untuk melakukan pengisian ulang baterai.

Pada poin kedua, Jangan “di-charge” semalaman.Seperti yang sudah saya utarakan diatas, bahwa tidak baguslah smartphone untuk dicas semalaman. Karena pada tingkatan 100%, selama di isi terus menerus tidak baik untuk kondisi baterainya.

Pada poin ketiga, Hindari tempat yang panas. Smartphone yang baik selalu dijaga kualitas suhunya, jangan ditempatkan di tempat yang panas. Misal dibawah sinar matahari, dekat dengan benda-benda panas. Simpanlah smartphone pada tempat yang memiliki kelembapan yang baik, agar tidak merusak baterai dan baterai bisa tahan lama.

Pada poin keempat, Langsung ke soket listrik. Pengisian baterai sebaiknya memang menggunakan soket listrik langsung ke stop kontak. Sebab pengisian melalui perangkat tersebut lebih cepat dibandingkan menggunakan power bank atau kabel USB yang disambungkan ke PC atau Laptop.

Saran saya lakukanlah hal-hal seperti perintah diatas, agar smartphone bisa memiliki daya tahan lebih lama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s