Definisi Birokrasi

Tugas Sotfskill kali ini adalah tugas yang terakhir yang diberikan di smt 3. Tugas ini memberikan penjelasan mengenai “BIROKRASI”, untuk lebih jelasnya mari ikuti kajian dibawah ini.

“BIROKRASI”

Berikut beberapa definisi birokrasi menurut para ahli :

1. Brown (1989) 

Mengemukakan definisi birokrasi yang minimalis, yakni mengemukakan asumsi yang se-minimal mungkin tentang bagaimana birokrasi seharusnya bekerja dan lebih banyak melihat pada birokrasi sesungguhnya.

2. Max Turner dan David Hulme (1997)

Mendefinisikan birokrasi sama dengan administrasi negara yaitu dengan melihat aspek-aspek unik dalam administrasi negara seperti keterkaitan administrasi negara dengan pemerintah atau negara, keterkaitan dengan hukum, dan adanya aspek akuntabilitas publik.

3. Jay M Shafritz dan E. W Russel (1997)

Jay M Shafritz dan E. W Russel merumuskan birokrasi sebagai :

  • Semua Kantor Pemerintah

Semua kantor yang melaksanakan fungsi publik yang dijalankan oleh pemerintah.

  • Semua Pegawai Pemerintah

Semua pegawai pemerintah dari tingkatan terendah hingga tertinggi, yang dipilih maupun yang diangkat.

  • Karakteristik Negatif

Segala sesuatu yang menunjukkan karakterisitik negatif birokrasi seperti korupsi, kaku, prosedural, berbelit-belit dan inefisiensi.

  • Karakteristik Struktural menurut Max Weber

Birokrasi identik dengan karakteristik struktural yang dikemukakan oleh Max Weber, seperti adanya pembidangan tugas yang jelas, prinsip hierarki, spesialisasi dan formalisme

4. Kamus Besar Bahasa Indonesia

Birokrasi didefinisikan sebagai :

  • Sistem pemerintahan yang dijalankan oleh pegawai pemerintah karena telah berpegang pada hierarki dan jenjang jabatan.
  • Cara bekerja atau susunan pekerjaan yang serba lamban, serta menurut tata aturan (adat dan sebagainya) yang banyak liku-likunya dan sebagainya.

– Menurut Wikipedia :

Birokrasi berasal dari kata bureaucracy (bahasa inggris bureau + cracy), diartikan sebagai suatu organisasi yang memiliki rantai komando dengan bentuk piramida, dimana lebih banyak orang berada ditingkat bawah dari pada tingkat atas, biasanya ditemui pada instansi yang sifatnya administratif maupun militer.

Ciri-Ciri Birokrasi menurut Max Weber  :

  • Jabatan administratif yang terorganisasi/tersusun secara hirarkis. (Administratice offices are organized hierarchically)
  • Setiap jabatan mempunyai wilayah kompetensinya sendiri (Each office has its own area of competence)
  • Pegawai negeri ditentukan, tidak dipilih, berdasarkan pada kualifikasi teknik yang ditunjukan dengan ijazah atau ujian. (Civil

cervants are appointed, not electe, on the basis of technical qualifications as determined by diplomas or examination)

  • Pegawai negeri menerima gaji tetap sesuai dengan pangkat atau kedudukannya. (Civil servants receive fixed salaries according

to rank)

  • Pekerjaan merupakan karir yang terbatas, atau pada pokoknya, pekerjaannya sebagai pegawai negeri. (The job is a career and the sole, or at least primary, employment of the civil servant)
  • Para pejabat tidak memiliki kantor sendiri. (The official does not own his or her office)
  • Para pejabat sebagai subjek untuk mengontrol dan mendisiplinkan. (the official is subject to control and discipline)
  • Promosi didasarkan pada pertimbangan kemampuan yang melebihi rata-rata. (Promotion is based on superiors judgement)

Teori-Teori dalam Birokrasi :

Sistem Birokrasi I :

  • Rowing (Mendayung/bekerja sendiri)
  • Service (Melayani)
  • Monopoly (Menguasai sendirian)
  • Rule-driven (Digerakan oleh aturan)
  • Budgeting inputs (Menunggu anggaran)
  • Bureaucracy-driven (Dikendalikan birokrat)
  • Spending (Pengeluaran)
  • Curing (Penyembuhkan)
  • Hierarchy (Berjenjang)
  • Organization (Organisasi, lembaga)

Sistem Birokrasi II :

  • Steering (Menyetir/mengarahkan)
  • Empowering (Memberdayakan)
  • Competition (Ada persaingan)
  • Mission-driven (Digerakkan oleh misi)
  • Funding outcomes (Menghasilkan dana)
  • Customer-driven (Dikendalikan pelanggan/pembayar pajak)
  • Earning (Penghasilan/tabungan)
  • Preventing (Pencegahan)
  • Teamwork /participation (Pelibatan/kerja kelompok)
  • Market (Pasar, keseimbangan orang banyak)

“KEUNTUNGAN DAN KELEMAHAN BIROKRASI”

Keuntungan  Birokrasi :

1. Teori birokrasi ini mempunyai kekuatannya yang tersendiri, walaupun teori ini sering dikaitkan dengan berbagai stereotatip negatif, namun teori birokrasi ini juga banyak memberikan sumbangan kepada teori dalam pengurusan sumber manusia.

2. Hierarki dan definisi tanggungjawab adalah merupakan ciri penting birokrasi dalam membantu  pengurusan tempat kerja yang tersusun. Lakaran prinsipal terhadap semua tugas haruslah jelas dan harus disusun dalam bentuk hierarki.

 3. Ada Aturan, Norma, dan Prosedur untuk Mengatur Organisasi

Kelemahan Birokrasi :

1. Kelemahan-kelemahan birokrasi terletak dalam hal:
a. penetapan standar efisiensi yang dapat dilaksanakan secara fungsional
b. terlalu menekankan aspek-aspek rasionalitas, impersonalitas dan hirarki
c. kecenderungan birokrat untuk menyelewengkan tujuan-tujuan organisasi
d.   berlakunya pita merah dalam kehidupan organisasi

2. Kelemahan-kelemahan yang terdapat dalam birokrasi sebenarnya tidak berarti bahwa birokrasi adalah satu bentuk organisasi yang negatif, tetapi seperti dikemukakan oleh K. Merton lebih merupakan “bureaucratic dysfunction” dengan ciri utamanya “trained incapacity”.

3. Usaha-untuk memperbaiki penampilan birokrasi diajukan dalam bentuk teori birokrasi sistem perwakilan. Asumsi yang dipergunaksn adalah bahwa birokrat di pengaruhi oleh pandangan nilai-nilai kelompok sosial dari mana ia berasal.

4. Keengganan untuk mengakui adanya konflik di antara otorita yang disusun secara hirarkis dan sulit menghubungkan proses birokratisasi dengan modernisasi yang berlangsung di negara-negara sedang berkembang.

 5. Salah satu kelemahan yang sering dikaitkan dengan birokrasi ialah “red tape” . Istilah ini merujuk kepada satu peraturan birokrasi yang sangat berlebihan sehingga menyebabkan kelewatan kepada sesuatu urusan ataupun proses.

“BIROKRATISME”

Birokratisme mengacu pada sifat keterpakuan pada rutinitas, penolakan terhadap inovasi, keengganan memikul tanggung jawab, kekakuan dalam menerapkan aturan, dan kecenderungan menunda pekerjaan (Dawam Raharjo; Prisma, 1986).

Sumber Referensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Birokrasi

http://id.wikipedia.org/wiki/Birokrasi_di_Indonesia

http://agungblacklist.wordpress.com/2011/11/30/40/

Daftar Pustaka :

Dra. Sri Yuliani, M.Si, Pengantar Ilmu Administrasi Negara, FISIP Universitas Sebelas Maret, Surakarta, 2004

Nogi Hessel Tanglilisan, Manajemen Publik,  Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia, 2005

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s